ketahanan pangan

Desember 10, 2008

butiran-padi

Untuk mencapai ketahanan pangan, tentu produksinya harus terus didorong. Pemerintah telah mengerahkan anggaran, memberikan subsidi, dan berbagai program nyata untuk meningkatkan produksi pertanian. ”Kita semua berkewajiban, terutama kepala daerah untuk mensukseskan usaha besar kita ini”, jelas Presiden SBY ketika meresmikan Pekan Padi Nasional (PPN) III di Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Sukamandi, Subang 24 Juli 2008.

Ditegaskan pula oleh Presiden bahwa pemerintah telah menetapkan keterjangkauan harga pangan dan ketahanan pangan menjadi prioritas yang harus dicapai pada tahun 2008 dan 2009. ”Sekarang ini kita mulai membangun, meningkatkan anggaran untuk membangun infrastruktur, termasuk irigasi. Memang harus bertahap, karena yang kita bangun di seluruh Indonesia, uang kita tidak cukup, bahkan harus dibagi dengan pendidikan, kesehatan dan lain-lain” kata Presiden SBY ketika berdialog dengan petani di acara tersebut.

Pada acara peresmian PPN III yang dihadiri ribuan petani dan disaksikan oleh Ibu Negara, Menteri Pertanian, Menteri Sekretaris Kabinet, Meneg BUMN, dan Gubernur Jawa Barat ini juga dilakukan penyerahan bibit unggul baru hasil penelitian dari BB Padi kepada sembilan bupati, yaitu, Bupati Subang, Sopeng, Indramayu, Musi Banyuasin, Banjarnegara, Bantul, Pacitan, Sukohardjo dan Bupati Karawang. Bibit unggul padi tersebut berupa sembilan varietas unggul yang baru di-launching pada tahun 2008 bersamaan acara PPN III kali ini. Varietas tersebut adalah INPARI 1 (Inbrida Padi Irigasi), INPARI 2, INPARI 3, INPARI 4, INPARI 5 Narawu, INPARI 6 JETE, INPARA 1 (Inbrida Padi Rawa), INPARA 2 dan INPARA 3.

Sementara itu Menteri Pertanian Anton Apriyantono dalam sambutannya mengatakan bahwa BB Padi ini telah menghasilkan lebih dari 200 varietas padi yang telah ditanam pada lebih dari 90% areal tanaman padi di Indonesia. Apabila luas panen padi nasional 12 juta ha per tahun,dengan tambahan produksi akibat pergantian varietas 500 kg/ha, maka sumbangan benih padi terhadap produksi padi nasional mencapai 5,4 juta ton. Apabila rata-rata waktu pelepasan varietas baru dibutuhkan 6 tahun, maka nilai tambah per tahun yang dihasilkan 900 ribu ton. Menggunakan asumsi harga gabah kering panen Rp. 2.200,- /kg maka dihasilkan 1,98 triliun rupiah.

mau liat google???cilck disini
Menurut Gubernur Jabar Achmad Heryawan dalam sambutan selamat datang mengatakan bahwa posisi Jabar sangat penting sebagai pemasok pangan nasional, khususnya beras. Hal itu tercermin dari data produksi tahun 2007 bahwa Jabar telah meningkatkan produksi gabah kering giling sebesar 10 juta ton.

Presiden SBY setelah meresmikan PPN III yang ditandai dengan pemukulan kentongan dan penandatanganan prasasti penggunaan Laboratorium Flafor Beras, berkesempatan meninjau laboratorium dan stand pameran yang digelar selama satu minggu.

mau liat artikel ku??? click disini

Hello world!

Desember 4, 2008

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!